Skip to main content

Kisah Semut Hitam Ibrahim: BERUSAHALAH SEBISA MUNGKIN


KISAH INSPIRATIF

IKTIBAR.....

★★★ SEMUT HITAM IBRAHIM ★★★

Kisah Semut Hitam Ibrahim: BERUSAHALAH SEBISA MUNGKIN
https://antyscience.files.wordpress.com/


Ketika Namrud memutuskan untuk melemparkan Ibrahim ke dalam api, seekor semut mendengar kabar itu. Si semut lantas berpikir, "Apa yang harus kuperbuat? Bagaimana mungkin aku sanggup menolong khalilullah? Tak boleh bagiku untuk berdiam diri dan membiarkan itu terjadi karena Allah akan mempertanyakanku pada hari kiamat."

Si semut pun membuat bejana dari kayu kecil, lalu pergi ke danau dan memenuhi bejana yang dibuatnya itu dengan air. Ia memikul bejana air itu dengan susah payah di atas punggungnya. Langkahnya pasti menuju tempat api yang telah dinyalakan oleh Namrud. Dalam perjalanan ke sana, si semut bertemu dengan seekor gagak, lalu si gagak bertanya dengan perasaan aneh,

Gagak : "Mau ke mana kau semut?"

Semut : "Aku mau ke kota raja."

Gagak : "Apa yang kamu pikul itu sampai-sampai kau begitu payah membawanya?"

Semut : "Aku membawa bejana berisi air."

Gagak : "Untuk apa air itu?"

Semut : "Tidakkah kau mendengar bahwa Namrud laknatullah telah menyalakan api untuk membakar Khalilullah Ibrahim ‘alaihis salam?"

Gagak : "Tidak, aku belum mendengar kabar itu. Namun, aku tak mengerti hubungan itu dengan air yang kau bawa ini?"

Semut : "Aku ingin turut ambil bagian untuk memadamkan api si Namrud."

Gagak (seraya mencemooh) : "Hai semut bodoh, apakah kau merasa yakin bahwa dirimu bisa memadamkan api besar Namrud dengan sedikit air dalam bejana kecil ini?"

Semut : "Aku tahu bahwa aku takkan mampu memadamkan api besar itu karena hal itu memang berada di luar kemampuanku. Akan tetapi aku melakukan ini karena dua alasan."

Gagak : "Apa kedua alasan itu?"

Semut : "Aku memastikan (di posisi mana aku berdiri) dan mengetahui sasaranku sehingga aku tahu apa yang kutuju. Dengan demikian aku bukanlah jenis makhluk yang tak peduli sehingga rela dengan keburukan yang terjadi. Aku harus punya andil untuk memberikan pertolongan meskipun itu di luar kemampuanku."

Gagak: "Apa alasan kedua?"

Semut : "Agar aku punya alasan yang benar di depan Rabb-ku. Aku mengetahui khalilullah akan dibakar tapi aku tak melakukan apa-apa? Oleh karena itu aku bangkit memberikan bantuan sebesar kemampuanku. Aku tak mau membiasakan diri hidup tanpa kepedulian."

Gagak pun mencemooh seraya meneruskan perjalanannya sambil tertawa. Adapun si semut yang tulus, ia berjalan terus menuju api Namrud dengan hati yang dipenuhi tekad kuat dan iman.

Faidah-Faidah Yang Terkandung Dalam Cerita Diatas :

(1) Berbuatlah (berkontribusilah) meskipun kemampuan dan kesanggupanmu lemah. Yang penting itu berbuat.

(2) Janganlah rela dengan hal yang buruk, bahkan senantiasalah berusaha untuk pertambahan kebaikan dan meminimalisir keburukan.

(3) Tetapkan (titik keberpihakanmu) dan arah-arah tujuanmu, jangan hidup terombang-ambing tanpa arah tujuan dan tak berbuat dengan pasti.

(4) Jangan pedulikan orang yang menghalangi semangatmu, tetaplah teguh menjalani. Tak usah kau hiraukan mereka karena mereka itu orang pengecut yang gagal dan menginginkanmu seperti mereka.

(5) Ketahuilah bahwa Allah akan mempertanyakanmu atas apa yang telah kau perbuat di dunia dan pengejawantahannya dalam kehidupanmu. Apakah kau berbuat untuk menyeru kepada-Nya.

      Related Post

      Comments

      Popular

      Kisah Tukang Rujak tentang Bersyukur, Bersabar dan Berdoa

      KISAH INSPIRATIF- "Nikmat dan Rezeki" Tahun 2013 Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko tempat saya bekerja. Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti. Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang. Saya keluar memberikan air minum. “Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.” Beliau tersenyum, “Iya nak.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya. “Aamiin,” kataku. “Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku. “Kalau gak abis ya risiko, Nak.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum. “Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi. “Alhamdulillah nak… Berarti rej...

      Kisah Luar Biasa Seorang Ibu dengan 7 anaknya

      Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?”, tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke-2”, jawab ibu itu. ”Wow, hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahunya, pemuda itu melanjutkan pertanyaannya. ”Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang ke-2 ya bu? Bagaimana dengan kakak adik-adiknya?” ”Oh ya tentu”, si Ibu bercerita: ”Anak saya yang ke-3 seorang dokter di Malang, yang ke-4 kerja di perkebunan di Lampung, yang ke-5 menjadi arsitek di Jakarta, yang ke-6 menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke-7 menjadi Dosen di Semarang.” Pemuda tadi diam, hebat ib...

      Kisah Ibrahim dalam Surat Assyua'araa 69-89

      Mari kita simak kisah indah dari nabi Ibrahim yang dituturkan oleh Allah Subhaanahu Wataala dalam Surat Assyua'araa, semoga bisa menjadi bahan renungan buat kita semua didalam menjalani kehidupan dipagi hari yang cerah ini. "Dan Bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim"(69) ketika Ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya "apakah yang engkau sembah?"(70) mer menjawab "kami menyembah patung-patung yang kami pahat sendiri dan kami senantiasa tekun menyembahnya"(71) Ibrahim melanjutkan "apakah patung-patung yang kamu sembah itu mendengarkan doa-doamu sewaktu engkau berdoa kepadanya???(72) atau dapatkah Patung-patung itu memberi manfaat kepadamu atau memberi Mudharat???(73) Mereka menjawab "bukan karena itu kami menyembahnya, sebenarnya kami mendapati (mengikuti) nenek moyang kami berbuat demikian"(74) Ibrahimpun berkata "maka APAKAH kamu telah MEMPERHATIKAN apa yang selalu disembah oleh engkau dan nenek moyang yang terdahulu??...