KISAH NYATA - Oke sahabat Onjumuah.com , jum'at ini saya akan memberikan kisah nyata edisi repost dari media sosial yang saya edit sedikit, yaitu kisah tentang .... bla.. bla... langsung aja baca kisahnya:
PELAJARAN HARI INI:
On Jumuah - Dari kisah diatas jangan cuma diam aja. Ini ada pesan dan pelajaran yang saya ambil dari kisah di atas:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797).
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 3862. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Riwayat ini menyebutkan bahwa doa baik orang tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab (terkabulkan).
Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada ada anaknya” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24)
“Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang marah, kemudian membaca: A-‘udzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda.” (Hadis shahih – silsilah As-Shahihah, no. 1376)
Dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,
Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,
Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat. (HR. Bukhari dan Muslim)
Seorang anak kecil dibawa kepada rasul,supaya dimohonkan berkah dan diberi nama, lalu anak itu dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak.
Beliau berkata,” Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah sampai dia selesai dulu kencingnya.”
Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian berbisik kepada orangtuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka (anak-anak) telah pergi beliau mencuci sendiri kain yang terkena kencing tadi.
Bahkan Rasulullah tidak marah ketika ia diganggu dalam shalat.
Diriwayatkan dari Syaddad bin Al-Had, "Suatu ketika Rasulullah keluar melaksanakan shalat Isya sambil menggendong Hasan atau Husain. Rasulullah maju dan meletakkan keduanya, kemudian bertakbir untuk shalat. Rasulullah saw memanjangkan sujudnya di salah satu sujudnya. Ayahku berkata, ‘Aku angkat kepalaku dan ternyata sang anak kecil sedang berada di punggung Rasulullah ketika beliau sujud. Aku pun kembali sujud. Seusai shalat, orang-orang berkata, ‘Wahai Rasulullah, Anda sujud lama sekali sehingga kami mengira terjadi sesuatu atau sedang turun wahyu kepadamu.’ Beliau menjawab:
‘Semua itu tidak terjadi. Hanya saja putraku menaiki punggungku. Aku tidak ingin mengganggunya sampai ia puas melakukannya’. (HR Nasa'i II/579 (1141), Ahmad III/493 (27688), Hakim (4775), Ibnu Khuzaimah (936), dan Ibnu Hibban (2805). Al-Albani menjadikannya sebagai dalil bolehnya memanjangkan sujud. Lihat Sifat Shalat Nabi hal. 148.)
Aku (Ibu) sedang membersihkan rumah, menyapu lantai yang kotor karena ulah anak-anak, tiba-tiba anak laki-lakiku yang masih kecil berlari ke arahku..!! "Pyaaar..."Pot Bunga yang terbuat dari kaca pecah hancur berantakan ia senggol jatuh.
Aku benar-benar marah besar, karena Pot yang mahal harga dipecahkann oleh anakku.
Tanpa ku sadari, aku telah melontarkan kata-kata yang tertuju pada anaku,
"Matilah kamu..!! Semoga kamu ditimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur..!!"
Tahun demi tahun telah berlalu, anak laki-lakiku dulu yang kecil kini sudah besar, aku sudah lupa akan kata tentang kejadian pot bunga itu, aku pun tak menganggapnya penting, itu hanya kata lalu lalang yang sudah biasa dilontarkan dan aku tak tahu bahwa perkataan itu menjadi Do'a yang telah naik ke langit.
Semua berjalan seperti biasa sampai semua anak-anaku menjadi besar, begitu pula anak laki-laki yang aku banggakan, dia anak sulung yangg paling aku sayangi dari anak-anakku yg lain, dia anak yang rajin dan pandai menghormatiku dan berbakti kepadaku, dibandingkan adik-adiknya yang lain.
Kini dia telah menjadi seorang insinyur! Yang bisa membiayai pendidikan adik-adiknya. Tak lama lagi akan menikah, tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu.
Ayahnya punya sebuah Bangunan yang sudah lama dan ingin direnovasi, maka pergilah anak ku bersama ayahnya ke Gudang itu, para pekerja bersiap-siap untuk merobohkan satu Dinding yg sdh usang.
Kini dia sedang bekerja membangun sebuah gedung, dia sangat bekerja keras dan ulet melebihi pekerja yang lain walaupun dia seorang insyinyur. Suatu saat dia pergi mengecek dan mneliti ke belakang bangunan tanpa diketahui oleh siapa pun, tak disangka-sangka dinding bangunan yang ia buat dengan rekannya itu roboh menimpanya.
Ia berteriak-teriak minta tolong di dalam runtuhan itu, akan tetapi suaranya tak begitu kedengaran.
Semua pekerja berhenti, heran, dan bingung "suara siapa..??" Tanya salah satu dari mereka dan berlari kearah reruntuhan itu, mereka mengangkat payah reruntuhan dinding yan menghimpit anakku dengan dan segera memanggil Ambulans.
Mereka tidak dapat mengangkat badan anakku?
Bukan hanya kejatuhan reruntuhan bangunan, tetapi lebih parah lagi, badannya remuk seperti kaca yang jatuh pecah berkeping-keping!
Sebagian mereka mengangkat badan anakku yang hancur dengan hati-hati dan segara membawanya ke unit gawat darurat di rumah sakit!
Ketika ayahnya menghubungiku, seakan-akan Allah menghadirkan kembali kata-kataku padanya semasa ia masih kecil dulu.
Mataku menitiskan air mata yang deras hingga pingsan, setelah aku sadar, aku sudah berada di Rumah sakit dan tanpa memperdulikan keadaanku, aku meminta untuk pergi melihat anakku. Ketika melihatnya, seakan akau mendengar suara yangg berkata,
"INI DOAMU KAN..?? Sudah Aku kabulkan..!! Setelah sekian lama engkau berdo'a, sekarang Aku akan mengambilnya.?
Ketika itu, Jantungku seakan berhenti berdetak, anakku menghembuskan nafas yg terakhir. Aku berteriak dan menangis sambil berkata,
"Ya Allah! selamatkanlah anakku! jangan pergi nak"
Seandainya, lidah ini tidak mendo'akan kejelekan 25 tahun yang lalu!
Andaikan..!! Andaikan..!! Andaikan! tetapi kalimat ‘andaikan’ ini tidak berguna lagi waktu ini..!!
Pesanku pada para ibu, jangan sekali terburu-buru mendo'akan KEBURUKAN anakmu ketika kamu sedang marah
Berlindunglah kepada Allah dari goda'an syaitan, jika kamu ingin memukul, pukul saja..!! tapi janganlah mendo'akan dengan yang bukan2, sehingga kamu akan menyesal sepertiku
Sungguh aku menulis ini dengan air mataku yang turut mengalir!
Wahai anakku, aku rela ruhku turut bersamamu. Hingga aku boleh beristirahat dari kepedihan yang aku rasakan sepeninggalanmu!
Tolong sebarkan cerita ini kepada semua wanita.! Do'akanlah yang baik-baik saja untuk anak-anak!! Do'a itu pasti akan terjawab walaupun untuk sekian lama..!! tunggulah dan Allah pasti akan mengkabulkan,
saya sadur tulisan dari seorang ibu di Malaysia.
Aku benar-benar marah besar, karena Pot yang mahal harga dipecahkann oleh anakku.
Tanpa ku sadari, aku telah melontarkan kata-kata yang tertuju pada anaku,
"Matilah kamu..!! Semoga kamu ditimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur..!!"
Tahun demi tahun telah berlalu, anak laki-lakiku dulu yang kecil kini sudah besar, aku sudah lupa akan kata tentang kejadian pot bunga itu, aku pun tak menganggapnya penting, itu hanya kata lalu lalang yang sudah biasa dilontarkan dan aku tak tahu bahwa perkataan itu menjadi Do'a yang telah naik ke langit.
Semua berjalan seperti biasa sampai semua anak-anaku menjadi besar, begitu pula anak laki-laki yang aku banggakan, dia anak sulung yangg paling aku sayangi dari anak-anakku yg lain, dia anak yang rajin dan pandai menghormatiku dan berbakti kepadaku, dibandingkan adik-adiknya yang lain.
Kini dia telah menjadi seorang insinyur! Yang bisa membiayai pendidikan adik-adiknya. Tak lama lagi akan menikah, tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu.
Ayahnya punya sebuah Bangunan yang sudah lama dan ingin direnovasi, maka pergilah anak ku bersama ayahnya ke Gudang itu, para pekerja bersiap-siap untuk merobohkan satu Dinding yg sdh usang.
Kini dia sedang bekerja membangun sebuah gedung, dia sangat bekerja keras dan ulet melebihi pekerja yang lain walaupun dia seorang insyinyur. Suatu saat dia pergi mengecek dan mneliti ke belakang bangunan tanpa diketahui oleh siapa pun, tak disangka-sangka dinding bangunan yang ia buat dengan rekannya itu roboh menimpanya.
Ia berteriak-teriak minta tolong di dalam runtuhan itu, akan tetapi suaranya tak begitu kedengaran.
Semua pekerja berhenti, heran, dan bingung "suara siapa..??" Tanya salah satu dari mereka dan berlari kearah reruntuhan itu, mereka mengangkat payah reruntuhan dinding yan menghimpit anakku dengan dan segera memanggil Ambulans.
Mereka tidak dapat mengangkat badan anakku?
Bukan hanya kejatuhan reruntuhan bangunan, tetapi lebih parah lagi, badannya remuk seperti kaca yang jatuh pecah berkeping-keping!
Sebagian mereka mengangkat badan anakku yang hancur dengan hati-hati dan segara membawanya ke unit gawat darurat di rumah sakit!
Ketika ayahnya menghubungiku, seakan-akan Allah menghadirkan kembali kata-kataku padanya semasa ia masih kecil dulu.
Mataku menitiskan air mata yang deras hingga pingsan, setelah aku sadar, aku sudah berada di Rumah sakit dan tanpa memperdulikan keadaanku, aku meminta untuk pergi melihat anakku. Ketika melihatnya, seakan akau mendengar suara yangg berkata,
"INI DOAMU KAN..?? Sudah Aku kabulkan..!! Setelah sekian lama engkau berdo'a, sekarang Aku akan mengambilnya.?
Ketika itu, Jantungku seakan berhenti berdetak, anakku menghembuskan nafas yg terakhir. Aku berteriak dan menangis sambil berkata,
"Ya Allah! selamatkanlah anakku! jangan pergi nak"
Seandainya, lidah ini tidak mendo'akan kejelekan 25 tahun yang lalu!
Andaikan..!! Andaikan..!! Andaikan! tetapi kalimat ‘andaikan’ ini tidak berguna lagi waktu ini..!!
Pesanku pada para ibu, jangan sekali terburu-buru mendo'akan KEBURUKAN anakmu ketika kamu sedang marah
Berlindunglah kepada Allah dari goda'an syaitan, jika kamu ingin memukul, pukul saja..!! tapi janganlah mendo'akan dengan yang bukan2, sehingga kamu akan menyesal sepertiku
Sungguh aku menulis ini dengan air mataku yang turut mengalir!
Wahai anakku, aku rela ruhku turut bersamamu. Hingga aku boleh beristirahat dari kepedihan yang aku rasakan sepeninggalanmu!
Tolong sebarkan cerita ini kepada semua wanita.! Do'akanlah yang baik-baik saja untuk anak-anak!! Do'a itu pasti akan terjawab walaupun untuk sekian lama..!! tunggulah dan Allah pasti akan mengkabulkan,
saya sadur tulisan dari seorang ibu di Malaysia.
PELAJARAN HARI INI:
On Jumuah - Dari kisah diatas jangan cuma diam aja. Ini ada pesan dan pelajaran yang saya ambil dari kisah di atas:
1. Bahwa doa orang tua selalu terkabulkan dan termasuk doa yang mustajab jika doanya diangkat ke langit. Untuk itu harus hati-hati dalam mendoakan anaknya, walaupun itu baik atau buruk:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797).
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ
Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada ada anaknya” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24)
2. Kita harus menjaga emosi marah dalam berbagai hal dan membuang kebiasaan untuk marah dengan sering membaca istigfar. dan orang yang jarang marah akan dijanjikan surga.
لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الجَنَّةُ
“Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ
Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang marah, kemudian membaca: A-‘udzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda.” (Hadis shahih – silsilah As-Shahihah, no. 1376)
Dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,
إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ
Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
3. Kita harus menjaga perkataan kita dari sesuatu yang buruk seperti Gosip, Gibah, mencela, mengumpat, dan kata-kata kotor bahkan mengkafirkan orang lain yang berlebihan. Buanglah kebiasaan kita yang buruk ini jauh-jauh.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,
إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ المَشْرِقِ
Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Sayangi anak kalian, apalagi mereka yang kecil karena mereka butuh bimbingan dari kita juga. Berikut ada kisah yang mungkin bisa menginspirasi kita:
Seorang anak kecil dibawa kepada rasul,supaya dimohonkan berkah dan diberi nama, lalu anak itu dipangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak.
Beliau berkata,” Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah sampai dia selesai dulu kencingnya.”
Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian berbisik kepada orangtuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka (anak-anak) telah pergi beliau mencuci sendiri kain yang terkena kencing tadi.
Bahkan Rasulullah tidak marah ketika ia diganggu dalam shalat.
Diriwayatkan dari Syaddad bin Al-Had, "Suatu ketika Rasulullah keluar melaksanakan shalat Isya sambil menggendong Hasan atau Husain. Rasulullah maju dan meletakkan keduanya, kemudian bertakbir untuk shalat. Rasulullah saw memanjangkan sujudnya di salah satu sujudnya. Ayahku berkata, ‘Aku angkat kepalaku dan ternyata sang anak kecil sedang berada di punggung Rasulullah ketika beliau sujud. Aku pun kembali sujud. Seusai shalat, orang-orang berkata, ‘Wahai Rasulullah, Anda sujud lama sekali sehingga kami mengira terjadi sesuatu atau sedang turun wahyu kepadamu.’ Beliau menjawab:
كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ
‘Semua itu tidak terjadi. Hanya saja putraku menaiki punggungku. Aku tidak ingin mengganggunya sampai ia puas melakukannya’. (HR Nasa'i II/579 (1141), Ahmad III/493 (27688), Hakim (4775), Ibnu Khuzaimah (936), dan Ibnu Hibban (2805). Al-Albani menjadikannya sebagai dalil bolehnya memanjangkan sujud. Lihat Sifat Shalat Nabi hal. 148.)

menyentuh gan
ReplyDelete